Soal Pencatatan Persediaan Barang Dagang Bagian01

Soal Pencatatan Persediaan Barang Dagang Bagian01

Pada postingan sebelumnya telah dibahas Proses pencatatan persediaan barang dagang dengan menggunakan metode fisik dan metode perfektual. Antara metode fisik dan metode perfektual memiliki beberapa perbedaan dalam proses pencatatannya, apabila anda belum memahami proses pencatatan tersebut silahkan baca terlebih dahulu postingan pencatatan persediaan barang dagang secara tepat. Agar pemahaman anda tentang pencatatan atau akuntansi persediaan barang dagang disarankan untuk rajin berlatih untuk mengerjakan soal tentang proses pencatatan persediaan barang dagang.
Sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tentang pencatatan persediaan barang dagang silahkan pahami ilustrasi soal berikut ini dan berlatihlah untuk mengerjakannya.

Ilustrasi Soal Pencatatan Persediaan barang dagang

Pada bulan juli 2012 UD Santoso memiliki transaksi keuangan yang berkaitan dengan persediaan barang dagang, transaksi-transaksi tersebut antara lain sebagai berikut:

Tanggal 1 Juli 2012 dibeli barang dagang dari toko buku Makmur sebesar Rp 4000.000 dengan syarat penyerahan barang FOB Shipping Point yang dibayar tanggal 17 Juli 2012 Sebesar Rp 250.000

Tanggal 3 Juli 2012 Dibeli barang dagang pada toko buku rakyat sebesar Rp 9000.0000 dengan syarat pembayaran 2/15, n/30

Tanggal 4 Juli 2012 dikembalikan barang dagang atas pembelian tanggal 1 Juli 2012 sebesar Rp 500.000

Tanggal 5 Juli 2012 dikirim nota debet pada toko buku rakyat atas pembelian barang dagang pada tanggal 3 Juli 2012

Tanggal 13 Juli 2012 dibayar pembelian tertanggal 3 Juli 2012 pada toko buku rakyat.

Tanggal 15 Juli 2012 dijual barang dagang pada toko harapan jaya Rp 5000.000 dengan harga pokok 4000.000

Tanggal 17 Juli 2012 dibayar beban angkut atas jasa angkut pada tanggal 1 juli 2012 sebesar Rp 250.000

Tanggal 17 Juli 2012 dijual barang dagang pada toko tulis sebesar Rp 11.000.000 dengan syarat pembayaran 3/20, n/60. Harga pokok 8.500.000

Tanggal 18 Juli 2012 diterima kembali barang dagang yang terjual tanggal 15 juli 2012 karena rusak sebesar Rp 700.000 dengan harga perolehan 500.000

Tanggal 19 Juli 2012 dikirim nota kredit pada toko tulis atas penjualan tanggal 17 Juli 2012 sebesar Rp 1.250.000 dengan harga perolehan 1000.000

Tanggal 31 Juli 2012 diterima pembayaran transaksi tanggal 17 juli 2012 dari toko tulis.

Berdasarkan transaksi keuangan diatas, lakukanlah pencatatan ke dalam buku jurnal umum dengan metode fisik!

Pencatatan Persediaan barang dagang Metode Fisik

Tanggal 1 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 1 Juli terdapat transaksi pembelian barang dagang secara tunai, Berdasarkan transaksi tersebut maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit akun kas.

Pembelian......Rp 4000.000
    Kas..................Rp 4.000.000

Note: penyerahan barang dilakukan dengan FOB Shipping point, hal ini berarti hak kepemilikan barang berpindah dari penjual ke pembeli pada saat barang keluar dari gudanga penjual. Dalam penyerahan barang dengan sistem ini beban angkut dibayar oleh pembeli.

Tanggal 3 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 3 Juli terdapat transaksi pembelian barang dagang secara kredit, pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit akaun utang dagang.

Pembelian......Rp Rp 9.000.000
    Utang dagang......Rp 9.000.000

Tanggal 4 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 4 Juli 2012 terdapat transaksi Retur pembelian barang dagang dimana saat pembelian dilakukan secara tunai, Pencatatan yang dilakukan adalah dengan cara mendebet akun kas dan mengkredit retur pembelian.

Kas...........Rp 500.000
    Retur pembelian.......Rp 500.000

Tanggal 5 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 5 juli terdapat transaksi retur pembelian barang dagang dimana saat pembelian dilakukan secara kredit, pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang dagang dan mengkredit akun retur pembelian.

Utang dagang ..........Rp 1000.000
    Retur pembelian.............Rp 1000.000

Tanggal 13 Juli 2012
Dalam transaksi ini terdapat transaksi pembayaran utang dagang dengan disertai potongan pembelian, Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang dagang dan mengkredit akun kas dan akun potongan pembelian.

Utang dagang ......Rp 8000.000
   Kas ................................Rp 7.840.000
   Potongan pembelian........Rp   160.000

Perhitungan:
Utang dagang pada tanggal 3 juli sebesar Rp 9.000.000 kemudian pada tanggal 5 juli terjadi retur pembelian senilai Rp 1000.000 sehingga utang dagang yang tersisa sebesar Rp 8000.000. Pembayaran utang terjadi pada tanggal 13 juli maka masih dalam periode diskon sehingga UD Santoso mendapat potongan pembelian sebesar 2% dari 8000.000 yaitu sebesar Rp 160.000. Dengan demikian uang kas yang dibayarkan untuk melunasi utang dagang atas pembelian tanggal 3 juli adalah sebesar Rp 7.840.000

Tanggal 15 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 15 juli terdapat transaksi penjualan tunai, pencatatan yang dilakukan dengan mendebet akun kas dan mengkredi akun penjualan.

Kas .........Rp 5000.000
   Penjualan........Rp 5000.000

Tanggal 17 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 17 juli terdapat dua transaksi, yaitu transaksi pembayaran beban angkut pembelian dan transaksi penjualan secara kredit.

Dalam transaksi pembayaran beban angkut pembelian dicatat dengan mendebet akun beban angkut pembelian dan mengkredit akun kas

Beban angkut Pembelian ........Rp 250.000
        Kas .............................................Rp 250.000

Dalam transaksi penjualan kredit dicatat dengan mendebet akun piutang dagagng dan mengkredit akun penjualan

Piutang dagang ..........Rp 11.000.000
     Penjualan ..........................Rp 11.000.000

Tanggal 18 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 18 juli terdapat transaksi retur penjualan, dimana saat terjadi penjualan barang dilakukan secara tunai. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun retur penjualan dan mengkredit akun kas.

Retur penjualan ..........Rp 700.000
       Kas ................................Rp 700.000

Tanggal 19 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 19 Juli terdapat transaksi retur penjualan, dimana saat terjadi penjualan dilakukan secara kredit. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun retur penjualan dan mengkredit akun Piutang dagang.

Retur Penjualan .........Rp 1.250.000
          Piutang dagang.............Rp 1.250.000

Tanggal 31 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 31 Juli terdapat transaksi penerimaan pelunasan piutang dagang dengan disertai potongan penjualan. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun kas dan akun potongan penjualan serta mengkredit piutang dagang.

Kas....................................Rp 9.450.500
Potongan Penjualan...........Rp 292.500
     Piutang dagang.....................Rp 9.750.000

Perhitungan:
Piutang dagang pada tanggal 17 juli Rp 11.000.000 kemudian pada tanggal 19 terjadi retur penjualan senilai Rp 1.250.0000 sehingga piutang dagang tersisa Rp 11.000.000 - 1.250.000 = 9.750.000. Saat pelunasan piutang yaitu pada tanggal 31 Juli masih dalam periode diskon sehingga pembeli mendapat potongan penjualan 3% dari 9.750.000 yaitu sebesar Rp 292.500. Dengan demikian uang yang diterima UD Santoso atas pelunasan piutang dari toko tulis sebesar Rp 9.450.500.

Demikianlah penyajian soal latihan pencatatan persediaan barang dagang dan pembahasannya, semoga postingan ini menjadi sarana bagi anda dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pencatatan persediaan barang dagang. Pembahasan soal dalam postingan ini menggunakan metode fisik, apabila anda telah menguasai metode pencatatan ini disarankan untuk membaca postingan yang membahasa penerapan metode perfektual dalam proses pencatatan persediaan barang dagang yang terdapat pada postingan Soal pencatatan persediaan barang dagang bagian 2.

Description: Menyajikan Soal pencatatan persediaan barang dagang disertai pembahasannya dengan menggunakan metode fisik 
Rating: 5.0
ARTI PENTING AKUNTANSI

ARTI PENTING AKUNTANSI

Sepanjang perekonomian menggunakan uang (Money) sebagai alat pembayaran maka peran akuntansi selalu krusial karena akuntansi mencatat peristiwa bisnis yang bersifat keuangan. Penjualan barang dagangan, pembayaran gaji, dan pembelian kredit merupakan contoh peristiwa
akuntansi.
Bisnis yang dicatat akuntansi.

Dalam berbagai aktivitas kehidupan kita sangat bergantung pada keandalan akuntansi. Misalnya, ketika kita melakukan pengambilan uang tunai di ATM (anjungan tunai mandiri) maka sebenarnya kita memerintahkan bank melakukan pencatatan akuntansi. Pengambilan uang tunai tersebut menyebabkan uang tunai di bank berkurang, dan saldo rekening kita di bank juga berkurang sebesar nilai rupiah yang kita sebutkan., apa yang terjadi jika bank mengurangi saldo rekening kita lebih banyak dibanding dengan jumlah rupiah yang kita terima? Kita tentu akan menanyakan permasalahan tersebut ke bank, dan segera menutup rekening kita karena hal tersebut mencerminkan bahwa akuntansi bank tersebut tidak dapat diandalkan.

Bagi organisasi pemerintahan akuntansi dapat mencegah dan mendeteksi tindak kejahatan korupsi maupun penyalahgunaan uang rakyat. koruptor tidak mau menerima uang suap[ melalui transfer bank karena peristiwa tersebut akan terekam di akuntansi bank yang menjadi pihak pemberantas korupsi secara mudah menelusuri aliran dana yang dikorupsi.

Organisasi bisnis yang disebut perusahaan bahkan menggunakan akuntansi sebagai bahasa untuk memperlancar kegiatan operasional, membuat keputusan bisnis, maupun untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas manajer. Akuntansi juga lazim digunakan untuk membandingkan prestasi kerja suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Oleh karena itu perusahaan menggunakan akuntansi sebagai bahasa bisnis (Accounting is the business language). singkat kata, akuntansi ada di mana mana dan bermanfaat dalam kehidupan sehari- hari baik bagi individu maupun bagi organisasi.
BENARKAH KITA MEMBUTUHKAN AKUNTANSI?

BENARKAH KITA MEMBUTUHKAN AKUNTANSI?

Sepanjang perekonomian negara menggunakan uang sebagai alat pembayaran maka akuntansi selalu berperan penting. Oleh karena itu, berbagai organisasi, seperti misalnya perusahaan, lembaga pemerintahan, yayasan, organisasi kemasyarakatan, bahkan toko kecil-pun membutuhkan akuntansi. Konsekuensinya, anda perlu mengetahui logika dan cara kerja akuntansi agar dapat memahami informasi yang dihasilkan akuntansi, bahkan dapat mengembangkan akuntansi yang sesuai kebutuhan anda.

akuntansi menyajikan informasi yang bersifat keuangan. pengembangan akuntansi berlandas pada 3 (tiga) pilar utama, yaitu matematika, prinsip-prinsip dasar, dan rancang-bangun. pilar matematika menjaga keseimbangan antara total penggunaan dana dan total pemerolehan dana. Pilar prinsip-prinsip dasar menjadikan pengembangan akuntansi lebih terarah. Selanjutnya, pilar rancang-bangun menjadikan akuntansi dapat menyajikan informasi keuangan sesuai kebutuhan para pengguna.
Penyusunan Jurnal Penutup Perusahaan Dagang

Penyusunan Jurnal Penutup Perusahaan Dagang

Pada postingan sebelumnya telah dibahas hakikat jurnal penutup dan penyusunan jurnal penutup perusahaan jasa diantaranya jurnal penutup dalam perusahaan perseorangan, Jurnal Penutup dalam perususahaan yang berbentuk CV maupun PT. Dalam postingan ini akan dibahas penyusunan jurnal penutup perusahaan dagang. 

Jurnal penutup perusahaan dagang pada hakikatnya tidak jauh berbeda dengan perusahaan jasa, perbedaannya hanya sedikit diantaranya adalah tentang penutupan pemasukan atau penghasilan utama, dalam perusahaan jasa pemasukan utamanya disebut pendapatan jasa sehingga saat dilakukan tutup buku dibuat jurnal penutup untuk menutup akun pendapatan jasa yaitu dengan mendebet akun pendapatan jasa dan mengkredit akun ikhtisar laba-rugi sedangkan dalam perusahaan dagang pemasukan utamanya disebut penjualan sehingga saat dilakukan tutup buku disusun jurnal penutup untuk menutup akun penjualan yaitu dengan mendebet akun penjualan dan mengkredit akun ikhtisar laba-rugi. Dalam penyusunan jurnal penutup pada perusahaan dagang terdapat empat ayat jurnal penutup yang dibuat yaitu sebagai berikut:

Ayat jurnal penutup yang pertama Menutup Penjualan

Hal yang pertama harus ditutup adalah akun-akun sementara yang bersaldo kredit, seperti akun penjualan, Pendapatan bunga dan pendapatan lainnya. Cara menutup akun penjualan adalah dengan mendebet akun penjualan dan mengkredit akun ikhtisar laba-rugi. jurnal penutup penjualan dapat dilihat dibawah ini:

Penjualan..................Rp xxx
        Ikhtisar laba rugi...........Rp xxx

Ayat jurnal penutup yang kedua Menutup HPP, Beban dst.

Hal yang ditutup setelah penjualan adalah akun-akun sementara dengan saldo debet, seperti akun beban-beban, akun retur penjualan, akun potongan penjualan, diskon penjualan, dan harga pokok penjualan. Jurnal penutup untuk menutup akun-akun tersebut adalah sebagai berikut:
Ikhtisar laba-rugi...........Rp xxx
        Retur penjualan.......................Rp xxx
        Potongan Penjualan.................Rp xxx
        Harga pokok penjualan............Rp xxx
        Diskon Penjualan.....................Rp xxx
        Beban-beban...........................Rp xxx

Ayat jurnal penutup yang ketiga Menutup Ikhtisar laba-rugi

Hal ketiga yang harus ditutup adalah saldo akun ikhtisar laba-rugi ke akun modal pemilik. Dalam menutup saldo akun ikhtisar laba-rugi terdapat dua kondisi yang mugin terjadi yaitu kondisi dimana perusahaan mengalami laba dan kondisi dimana perusahaan menanggung rugi. Apabila perusahaan meengalami laba maka ikhtisar laba rugi ditutup dengan mendebet akun ikhtisar laba-rugi dan mengkredit modal pemilik sebaliknya saat perusahaan menanggung rugi maka jurnal penutup yang dibuat adalah dengan mendebet modal pemilik dan mengkredit ikhtisar laba-rugi. Jurnal penutup yang dibuat untuk kedua kondisi diatas adalah sebagai berikut:
Kondisi Laba
Ikhtisar laba-rugi............Rp xxx
         Modal..........................Rpxxx

Kondisi Rugi
Modal.........................Rp xxx
          Ikhtisar laba-rugi............Rp xxx

Ayat Jurnal Penutup yang keempat Menutup Prive

Hal ke empat yang harus ditutup adalah akun penarikan pemilik atau akun prive. Cara menutup akun prive adalah dengan mendebet akun modal dan mengkredit akun prive. Jurnal penutup yang dibuat untuk menutup prive adalah sebagai berikut:
Modal ...........Rp xxx
    Prive ........................Rp xxx

Kesimpulan:
Jurnal penutup perusahaan dagang merupakan jurnal yang berfungsi menihilkan atau menghabiskan (meng-enolkan) akun-akun sementara atau akun nominal dalam perusahaan dagang dengan tujuan agar pada periode selanjutnya akun-akun nominal pada periode sebelumnya bersaldo 0. Akun-akun sementara atau akun nominal harus bernilai 0 pada periode selanjutnya karena akun nominal hanya sesuai pada periode berjalan dan tidak relevan atau tidak sesuai lagi dengan periode berikutnya. Akun-akun nominal yang harus ditutup dalam perusahaan dagang adalah akun penghasilan (pemasukan) seperti penjualan dan pendapatan bunga atau pendapatan lainnya, akun beban-beban, akun retur penjualan, akun potongan penjualan, diskon penjualan, harga pokok penjualan, akun ikhtisar laba-rugi, dan akun prive.

Description: Membahas cara Penyusunan Jurnal Penutup Perusahaan Dagang dengan tepat sesuai prosedur akuntansi
Rating: 5.0

Metode Penyusutan Aktiva Tetap Akuntansi

Jenis-jenis metode penyusutan aktiva tetap
Aktiva tetap mempunyai nilai yang semakin berkurang dari suatu  periode ke periode berikutnya, misalnya usahawan membeli sebuah mesin untuk operasional usahanya dengan harga Rp 10.000.000 setelah lima tahun ke depan nilai mesin tersebut bukan Rp 10.000.000 lagi tetapi nilainya sudah semakin rendah misalnya menjadi Rp 6000.000.
Dengan demikian nilai aktiva tetap akan menjadi turun apabila sudah dipakai atau digunakan dalam periode tertentu, Namun ada aktiva tetap yang nilainya tidak akan turun melainkan akan semakin tinggi nilainya yaitu aktiva tetap tanah. Aktiva tetap dalam bentuk sebidang tanah nilainya akan semakin tinggi seiring dengan pertambahan waktu.
Nilai aktiva tetap akan menjadi berkurang karena adanya pemakaian aktiva tetap tersebut sehingga dalam akuntansi dikenal adanya penyusutan aktiva tetap. Penyusutan atau depresiasi adalah pengalokasian harga perolehan dari suatu aktiva tetap karena adanya penurunan nilai aktiva tetap tersebut. Untuk mengetahui besarnya penyusutan atau depresiasi dari suatu aktiva tetap dikenal beberapa metode antara lain metode garis lurus, metode jumah angka tahun, metode menurun berganda, metode satuan jam kerja, dan metode satuan hasil produksi.

Agar lebih memahami metode penyusutan aktiva tetap dalam akuntansi tersebut terlebih dahulu perlu diketahui istilah-istilah penting berikut ini:
a. Harga perolehan adalah harga barang ditambah biaya-biaya yang menyertainya
b. Harga Buku aktiva tetap adalah harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan aktiva tetap
c. Nilai residu adalah perkiraan nilai aktiva tetap setelah digunakan sesuai umur ekonomis, niali residu disebut juga nilai sisa
d. Umur ekonomis adalah perkiraan usia barang atau batas waktu penggunaan barang
Setelah mengetahui makna istilah di atas simaklah pembahasan Jenis-jenis metode penyusutan aktiva tetap berikut ini:

Metode Penyusutan aktiva tetap garis lurus

Metode garis lurus atau disebut juga straight line method adalah suatu metode penyusutan aktiva tetap dimana beban penyusutan akiva tetap per tahunnya sama hingga ahir umur ekonomis aktiva tetap tersebut.
Rumus  penyusutan aktiva tetap metode garis lurus
Penyusutan = Harga Perolehan-Nilai Residu
                              Umur Ekonomis
atau dengan cara lain berikut ini:
a) mencari tarif penyusutan tiap tahun
   Tarif Penyusutan = 100% : umur ekonomis
b) Mencari beban penyusutan tiap tahun
   Beban Penyusutan = Tarif penyusutan x (Harga perolehan-Nilai Residu)
c) Mencari Nilai Buku Aktiva tetap
   Harga Buku Aktiva Tetap= Harga Perolehan- Akumulasi Penyusutan

Metode Penyusutan aktiva tetap menurun ganda

Metode menurun ganda disebut juga metode Double Declining Balance Methode, menurut metode ini maka penyusutan aktiva tetap ditentukan berdasarkan persentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan. Persentase penyusutan dapat dicari atau dihitung dengan mengalikan persentase penyusutan dengan metode garis lurus dengan angka 2 (dua). Dengan ungkapan lain persentase penyusutan besarnya 2x Persentase atau tarif penyusutan metode garis lurus.
Rumus  penyusutan aktiva tetap metode menurun ganda
Penyusutan = {2 x (100% : umur ekonomis)} x Harga buku aktiva tetap

Metode Penyusutan aktiva tetap Jumlah Angka Tahun

Metode Jumlah Angka Tahun disebut juga sum of the years digit method, Berdasarkan metode jumlah angka tahun besarnya penyusutan aktiva tetap tiap tahun jumlahnya semakin menurun.
Rumus metode penyusutan aktiva tetap metode Jumlah angka Tahun
Penyusutan = Sisa Umur Penggunaan x(Harga perolehan-nilai residu)
                         Jumlah Angka Tahun
Keterangan:
Sisa Umur Penggunaan = misalnya umur ekonomis 5 tahun, maka pada tahun pertama sisa umur penggunaan jumlahnya 5, tahun kedua 4 dan seterusnya. 
Jumlah angka taun = misalnya umur ekonomis 5 tahun, maka jumlah angka tahun dihitung=> 1+2+3+4+5 = 15
Harga Buku aktiva tetap = harga perolehan - nilai residu

Metode Penyusutan Aktiva Tetap Satuan Jam Kerja

Metode satuan Jam Kerja atau disebut juga Service Hours Method, menurut metode ini beban Penyusutan Aktiva Tetap ditetapkan Berdasarkan jam kerja yang dapat dicapai dalam periode yang bersangkutan.
Rumus penyusutan aktiva tetap metode satuan jam kerja
Beban Penyusutan per tahun = Jam kerja yang dapat dicapai x Tarif penyusutan tiap jam
Tarif penyusutan per jam      = Harga Perolehan-nilai residu
                                              Jumlah total Jam Kerja penggunaan aktiva tetap

Metode Penyusutan aktiva tetap Satuan hasil Produksi

Metode satuan hasil produksi atau disebut Productive Output Method, Menurut metode ini beban penyusutan aktiva tetap ditetapkan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.
Rumus penyusutan aktiva tetap metode satuan hasil produksi
Beban Penyusutan per tahun = Jumlah satuan produk yang dihasilkanxTarif penyusutan per produk
Tarif penyusutan per satuan produk = Harga perolehan-Nilai residu
                                                               Jumlah total produk yang dihasilkan
Kesimpulan 
Penyusutan merupakan proses pengurangan nilai aktiva tetap karena faktor penggunaan aktiva tetap tersebut, faktor usia atau faktor sejenisnya. Perhitungan besarnya beban penyusutan dapat dilakukan dengan beberapa metode diantaranya metode garis lurus, metode menurun ganda, metode jumlah angka tahun, metode satuan jam kerja dan metode satuan hasil produksi.
Setelah dilakukan perhitungan selanjutnya dilakukan pencatatan beban penyusutan aktiva tetap, proses pencatatan beban penyusutan aktiva tetap dilakukan setiap ahir periode akuntansi yaitu dengan adanya bukti transaksi yang berupa memo yang isinya menunjukan adanya ayat jurnal penyesuaian yang menyatakan jumlah saldo penyusutan periode tersebut.
Dalam jurnal penyesuaian beban penyusutan aktiva tetap dicatat dengan mendebet beban penyusutan aktiva tetap dan mengkredit akumulasi penyusutan aktiva tetap atau dapat juga dicatat dengan mendebet beban penyusutan aktiva tetap dan mengkredit aktiva tetap yang bersangkutan.
Demikianlah pembahasan Metode Penyusutan aktiva tetap dalam akuntansi, agar anda lebih menguasai konsep penyusutan aktiva tetap disarankan untuk membaca Soal perhitungan penyusutan aktiva tetap yang akan dipublikasikan segera.

Description: Membahas jenis-jenis metode penyusutan aktiva tetap sacara benar berdasarkan prinsip akuntansi
Rating: 5.0

Latihan Penghitungan Penyusutan Aktiva Tetap

Pembahasan perhitungan penyusutan aktiva tetap
Pada pembahasan sebelumnya telah diterangkan tentang jenis-jenis metode penyusutan aktiva tetap, agar pemahaman tentang metode penyusutan aktiva tetap lebih jelas maka dirasa penting untuk memahami postingan ini.
Dalam kesempatan ini akan dibahas tentang Latihan soal penghitungan penyusutan aktiva tetap, diharapkan setelah membaca dan memahami postingan ini dengan baik maka pemahaman pembaca tentang metode penyusutan aktiva tetap meningkat sehingga dapat diterapkan dalam proses akuntansi pada bidang usaha yang ditekuni bagi anda yang soerang wirausaha atau dapat mengantarkan anda meraih kesuksesan belajar-mengajar bagi anda yang bergelut dalam pendidikan.
Agar anda dapat memahami pembahasan Latihan soal penghitungan penyusutan aktiva tetap ini dengan baik disarankan untuk membaca dengan baik ilustrasi soal yang tersedia setelah itu anda berusaha menjawab soal tersebut dengan berbekal pada pemahaman anda tentang metode penyusutan aktiva tetap yang telah dibahas sebelumnya, selanjutnya sesudah menemukan jawaban atas soal yang telah anda pahami, langkah berikutnya adalah mencocokan jawaban anda dengan pembahasan soal penyusutan aktiva tetap yang penulis sajikan dibawah ilustrasi soal, silahkan baca dan pahami ilustrasi soal berikut ini:

Ilustrasi soal penyusutan aktiva tetap

1) Pada tanggal 1 desember 2012, PT jaya kusuma membeli sebuah mobil angkut bekas dengan harga perolehan Rp 85.000.000. Mobil tersebut diperkirakan mempunyai umur ekonomis 5 tahun, dengan nilai residu Rp 10.000.000. Berdasarkan data dalam ilustrasi ini hitunglah besarnya penyusutan dengan metode garis lurus!

2) Sebuah mesin produksi dengan harga Rp 315.000.000 mulai digunakan untuk operasi perusahaan pada bulan Januari 2011. Umur penggunaan ditaksir selama 5 tahun dengan nilai residu Rp 15.000.000. Hitunglah penyusutan tiap tahun dari penggunaan mesin tersebut dengan metode jumlah angka tahun!

3) Sebuah mobil mulai dioperasikan untuk usaha pada tanggal 1 Januari 2012. Mobil tersebut diperoleh dengan harga Rp 165.000.000 dan ditaksir dapat dioperasikan untuk usaha selama 5 tahun. Hitunglah penyusutan tiap tahun dengan metode menurun berganda!
4) Harga perolehan mesin produksi Rp 12.500.000 dengan Nilai Residu Rp 780.000, selama 4 tahun ditaksir akan menghasilkan 40.000 unit dengan perincian sebagai berikut:
tahun pertama 1500 unit, tahun kedua 10.000 unit, tahun ketiga 8000 unit, dan tahun keempat 7000 unit. Hitunglah penyusutan perunit dan penyusutan tiap tahun dari mesin tersebut dengan metode satuan unit produk!

5) Harga perolehan mesin produksi Rp 12.500.000 dengan Nilai Residu Rp 780.000,umur ekonomis empat tahun. selama 4 tahun mesin tersebut digunakan sebanyak 10.000 jam,sedangkan kegiatan untuk tahun pertama 3500 jam, tahun kedua 2800 jam, tahun ketiga 2000 jam, dan tahun keempat 1700 jam. Hitunglah penyusutan tiap tahun dari mesin tersebut dengan metode satuan jam kerja!

Pembahasan soal penyusutan aktiva tetap

Pembahasan soal 1
Dalam soal 1 diketahui harga perolehan mobil Rp 85.000.000, Umur ekonomis 5 tahun, dan nilai residu Rp 10.000.000.
Berdasarkan data tersebut dapat dicari besarnya penyusutan dengan metode garis lurus tiap tahun dengan perhitungan sebagai berikut:
Penyusutan tiap tahun = (Harga perlehan-Nilai residu)/ Umur ekonomis
                      = (85.000.000 - 10.000.000)/5
                      = Rp 15.000.000

Pembahasan soal 2
Dalam soal 2 dapat diketahui Harga perolehan mesin Rp 315.000.000, nilai residu Rp 15.000.000, dan umur ekonomis 5 tahun.
Berdasarkan data tersebut besarnya penyusutan tiap tahun dengan metode jumlah angka tahun dapat dicari dengan perhitungan sebagai berikut:
Langkah pertama mencari jumlah angka tahun umur aktiva;
Jumlah angka tahun => 1+2+3+4+5 = 15
Setelah diketahui jumlah angka tahun selanjutnya dapat dicari penyusutan tiap tahun dengan rumus berikut ini:
Penyusutan= Sisa umur penggunaan  x (harga perolehan-nilai residu)
                          Jumlah angka tahun
Penyusutan tahun 1 => (5/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 100.000.000
Penyusutan tahun 2 => (4/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 80.000.000
Penyusutan tahun 3 => (3/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 60.000.000
Penyusutan tahun 4 => (2/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 40.000.000
Penyusutan tahun 5 => (1/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 20.000.000

Pembahasan soal 3
Dalam soal 3 dapat diketahui bahwa Harga perolehan Rp 165.000.000, nilai ekonomis 5 tahun. Berdasarkan data tersebut dapat dihitung besarnya penyusutan tiap tahun dengan metode menurun ganda dengan perhitungan sebagai berikut:

Langkah pertama mencari besarnya besarnya persentase penyusutan tiap tahun;
Jika dalam metode garis lurus persentase penyusutan tiap tahun adalah:
=> 100%/ umur ekonomis
=> 100%/5 = 20%

Karena dalam metode menurun berganda besarnya persentase penyusutan 2x dari persentase metode garis lurus maka besarnya persentase penyusutan metode menurun berganda adalah 40%.

Langkah berikutnya adalah menentukan besarnya penyusutan tiap tahun dengan perhitungan sebagai berikut:
Penyusutan = persentase penyusutan x Harga buku aktiva tetap
Penyusutan tahun 1 => 40% x 165.000.000 = Rp 66.000.000
Penyusutan tahun 2 => 40% x 99.000.000 = Rp 39.600.000
Penyusutan tahun 3 => 40% x 59.400.000 = Rp 23.760.000
Penyusutan tahun 4 => 40% x 35.640.000 = Rp 14.256.000
Penyusutan tahun 5 => 40% x 21.384.000 = Rp 8.553.600

Note: Harga buku = Harga perolehan - Akumulasi penyusutan, Pada tahun 1 belum ada akumulasi penyusutan karena mobil masih baru sehingga Harga buku aktiva = Harga perolehan.

Pembahasan soal 4
Dalam soal 4 dapat diketahui Bebeara hal yaitu:
Harga perolehan aktiva tetap dalam hal ini mesin sebesar Rp 12.500.000
Nilai Residu Rp 780.000
Umur ekonomis selama 4 tahun
Jumlah total produk yang dapat dihasilkan oleh mesin tersebut selama umur ekonomis sejumlah 40.000 unit, dengan perincian tahun pertama 1500 unit, tahun kedua 10.000 unit, tahun ketiga 8000 unit, dan tahun keempat 7000 unit.

Berdasarkan data tersebut maka kita dapat mencari penyusutan mesin dari tiap unit produk yang dihasilkan maupun penyusutan mesin tiap tahun, adapun perhitungan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Penyusutan mesin perunit produk = (Harga perolehan-Nilai residu)
                                                                    Total unit produk
                                                                 = (12.500.000-780.000)/40.000
                                                                 = Rp 293
Penyusutan mesin per tahun dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut:
Penyusutan pertahun = penyusutan per unit x jumlah produk pertahun
Tahun 1 => 293 x 15.000 = Rp 4.395.000
Tahun 2 => 293 x 10.000 = Rp 2.930.000
Tahun 3 => 293 x 8000 = Rp 2.344.000
Tahun 4 => 293 x 7000 = Rp 2.051.000

Pembahasan soal 5
Dalam soal 5 dapat diketahui Bebeara hal yaitu:
Harga perolehan aktiva tetap dalam hal ini mesin sebesar Rp 12.500.000
Nilai Residu Rp 780.000
Umur ekonomis selama 4 tahun
Jumlah total jam penggunaan mesin dalam operasional perusahaan selama umur ekonomis sejumlah 41.000 jam, dengan perincian tahun pertama 3500 jam, tahun kedua 2800 jam, tahun ketiga 2000 jam, dan tahun keempat 1700 jam.

Berdasarkan data tersebut maka kita dapat mencari penyusutan mesin dalam tiap jam penggunaan mesin tersebut maupun penyusutan mesin tiap tahun, adapun perhitungan penyusutan mesin dengan metode satuan jam kerja adalah sebagai berikut:
Penyusutan mesin perjam = (Harga perolehan-Nilai residu)/Total jam kerja
                                               = (12.500.000-780.000)/10.000
                                               = Rp 1.172
Penyusutan mesin per tahun dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut:
Penyusutan pertahun = penyusutan per unit x jumlah jam kerja pertahun
Tahun 1 => 1.172 x 3500 = Rp 4.102.000
Tahun 2 => 1.172 x 2800 = Rp 3.281.000
Tahun 3 => 1.172 x 2000 = Rp 2.344.000
Tahun 4 => 1.172 x 1700 = Rp 1.992.000

Demikianlah pembahasan Latihan soal perhitungan penyusutan aktiva tetap, semoga dapat meningkatkan pemahaman anda dalam konsep perhitungan penyusutan aktiva tetap. Seperti yang telah kita ketahui bahwa aktiva tetap akan disusutkan nilainy kecuali aktiva tetap dalam bentuk sebidang tanah. Sebidang tanah tidak mengalami penyusutan, lalu bagaimanakah perlakuan atas sebidang tanah dalam akuntansi? Untuk mengetahui perlakuan akuntansi tentang aktiva tetap tanah disarankan membaca dan memahami postingan selanjutnya tentang perlakuan aktiva tetap tanah dalam akuntansi.


Description: Membahasa Latihan soal perhitungan penyusutan aktiva tetap disertai pembahasan soal dengan lima jenis metode penyusutan aktiva tetap
Rating: 5.0

Prosedur Akuntansi Aktiva Tetap Tanah

Akuntansi aktiva tetap tanah
Dalam pembahasan tentang aktiva tetap sebelumnya telah diterangkan tentang konsep aktiva tetap dalam akuntansi, metode penyusutan aktiva tetap hingga latihan soal dan pembahasan penyusutan aktiva tetap. Pada kesempatan ini akan dibahas secara khusus tentang salah satu jenis aktiva tetap yaitu aktiva tetap tanah. tanah merupakan jenis aktiva tetap yang unik, karena lain dari jenis aktiva tetap yang lainnya. Keunikan aktiva tetap tanah antara lain adalah tidak adanya penyusutan dari aktiva tetap ini, melainkan aktiva tetap tanah nilainya selalu meningkat seiring dengan perkembangan pasar. Untuk lebih detailnya tentang aktiva tetap tanah dapat dibaca dalam uraian berikut ini:

Definisi Aktiva tetap tanah

Tanah adalah aktiva tetap berwujud yang diperoleh dalam kondisi siap pakai atau diperoleh lalu disempurnakan sampai siap pakai untuk operasi perusahaan yang mempunyai manfaat ekonomi lebih dari  satu tahun, serta tidak diperjualbelikan dalam kegiatan operasi normal perusahaan.
Nilai wajar tanah adalah harga pasar bebas obyektif pada tanggal transaksi perolehan atau berdasar penilaian profesional yang dapat diterima secara umum dan dapat diandalkan.

Pengakuan aktiva tetap tanah

Tanah pada awalnya dinilai berdasar harga perolehan. Harga perolehan tanah adalah seluruh biaya yang diperlukan untuk memperoleh tanah tersebut hingga tanah siap untuk digunakan dalam operasi perusahaan.
Pengeluaran untuk memperoleh tanah diakui secara terpisah dari pengeluaran legal hak atas.

Biaya perolehan tanah antara lain meliputi:
1) Harga transaksi pembelian tanah termasuk tanaman, prasarana, bangunan diatasnya yang harus dibeli kemudian dimusnahkan. 
2) Biaya konstruksi atau pembuatan tanah, bila lahan tanah diciptakan.
3) Biaya ganti rugi penghuni, biaya relokasi.
4) Biaya pembelian tanah lain sebagai pengganti.
5) Biaya komisi perantara jual beli tanah.
6) Biaya pinjaman terkapitalisasi kedalam tanah.
7) Biaya pematangan tanah.

Beban Tangguhan untuk pengurusan legal Hak Atas Tanah antara lain meliputi:
1) Biaya legal audit seperti pemeriksaan keaslian sertifikat tanah, rencana tata kota.
2) Biaya pengukuran-pematokan- pemetaan ulang.
3) Biaya notaris, biaya jual beli & PPAT
4) Pajak terkait pada jual - beli tanah
5) Biaya resmi yang harus dibayar ke Kas Negara, untuk perolehan

Penyusutan Aktiva tetap tanah

Secara umum aktiva tetap tanah tidak mengalami penyusutan, namun dalam beberapa kondisi khusus tanah disusutkan, adapun kondisi khusus yang dimaksud antara lain sebagai berikut:
1) Kondisi kualitas tanah tak layak lagi untuk digunakan dalam operasi utama entitas.
2) Sifat operasi utama meninggalkan tanah dan bangunan begitu saja apabila proyek selesai.
Contoh aktiva tetap tanah dan bangunan di daerah terpencil. Dalam hal ini tanah disusutkan sesuai perkiraan panjang jadwal operasi utama atau proyek tersebut.
3) Prediksi manajemen atau kepastian bahwa perpanjangan atau pembaharuan hak kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh.
Apabila disusutkan, tanah disajikan berdasar nilai perolehan atau nilai terbawa lain sesuai revaluasi tanah atau PSAK tentang penurunan nilai aset, dikurangi akumulasi penyusutan.

Dalam kondisi normal tanah tidak mengalami penyusutan namun selalu mengalami kenaikan nilai sesuai perkembangan pasar, Bisa saja tanah yang sekarang dibeli dengan harga Rp 100.000.000 beberapa tahun kemudian bernilai Rp 200.000.000. Lalu bagaimana pencatatan yang dilakukan saat terjadi keadaan demikian? untuk lebih jelasnya simak ilustrasi berikut ini:

Pada tahun 1990 PT Kali jaya mempunyai aktiva tetap dengan harga perolehan Rp 50.000.000, setelah beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 2008 PT Kali jaya mengadakan revaluasi atau penilaian kembali harga perolehan aktiva tetap yang dimilikinya, hasil dari revaluasi tersebut diketahui bahwa nilai aktiva tetap tanah adalah Rp 80.000.000. Berdaskan data tersebut buatlah jurnal adanya kenaikan nilai tanah!
Diketahui bahwa harga perolehan tanah mula-mula adalah Rp 50.000.000 setelah dilakukan revaluasi nilai tanah menjadi Rp 80.000.000 dengan demikian terjadi peningkatan niai tanah sebesar Rp 30.000.000, Maka jurnal yang dibuat untuk mencatat adanya peningkatan nilai tanah tersebut adalah:
   Aktiva tetap tanah (apresiasi)...........     Rp 30.000.000
          Modal (apresiasi)...............                                   Rp 30.000.000
Dalam jurnal diatas terlihat adanya peningkatan nilai tanah dan peningkatan modal PT Kali jaya.

Penyajian Tanah dalam Laporan Keuangan (Neraca)

Tanah disajikan sebagai bagian kelompok aktiva tetap berwujud. Adapun nilai yang disajikan adalah berdasarkan harga perolehan tanah tersebut, kecuali dalam kondisi khusus sepertti yang telah disampaikan diatas maka nilai yang disajikan adalah nilai perolehan atau nilai terbawa lain sesuai revaluasi tanah atau PSAK tentang penurunan nilai aset, dikurangi akumulasi penyusutan. Semua hak atas tanah, disajikan sebagai Beban Tangguhan-Hak Atas Tanah dalam neraca, terpisah dari Beban Tangguhan yang lain.

Kesimpulan
Aktiva tetap tanah adalah Tanah adalah aktiva tetap berwujud yang diperoleh dalam kondisi siap pakai atau diperoleh lalu disempurnakan sampai siap pakai untuk operasi perusahaan yang mempunyai manfaat ekonomi lebih dari  satu tahun, serta tidak diperjualbelikan dalam kegiatan operasi normal perusahaan. Dalam kondisi secara umum nilai tanah tidak mengalami penyusutan sebaliknya nilainya akan selalu meningkat sehingga dikenal adanya apresiasi nilai tanah atau peningkatan nilai tanah. Apresiasi ini kebalikan dari depresiasi atau penyusutan (penurunan nilai). Penyajian aktiva tetap tanah dalam neraca adalah sebesar harga perolehan tanah, tetapi dalam kondisi khusus apabila terdapat penyusutan tanah maka penyajian aktiva tetap tanah adalah berdasar nilai perolehan atau nilai terbawa lain sesuai revaluasi tanah atau PSAK tentang penurunan nilai aset, dikurangi akumulasi penyusutan.

Description: Membahas Akuntansi aktiva tetap tanah secara tepat mulai dari pengakuan aktiva tetap tanah hingga penyajian aktiva tetap tanah
Rating: 5.0