Showing posts with label Soal Akuntansi. Show all posts
Showing posts with label Soal Akuntansi. Show all posts
Soal Pencatatan Persediaan Barang Dagang Bagian02

Soal Pencatatan Persediaan Barang Dagang Bagian02

Pada postingan sebelumnya telah disajikan soal dan pembahasan pencatatan persediaan barang dagang menggunakan metode fisik. Apabila saudara belum membaca proses pencatatan tersebut silahkan baca terlebih dahulu postingan Soal Pencatatan Persediaan barang dagang bagian01. Pada postingan ini akan dibahas proses pencatatan persediaan barang dagang menggunakan metode perfektual yang disajikan dalam bentuk ilustrasi soal dengan disertai pembahasannya.

Diharapkan dengan pembahasan proses pencatatan persediaan barang dagang yang dikemas dalam bentuk ilustrasi ini memudahkan pembaca dalam memahami pencatatan transaksi pencatatan Persediaan barang dagang secara lebih mudah. Sebagai awal dalam pembahasan ini, bacalah ilustrasi transaksi keuangan berikut ini:

Pada bulan Januari 2013 UD Setiabudi melakukan beberapa transaksi keuangan yang berkaitan dengan persediaan barang dagang, transaksi-transaksi tersebut antara lain sebagai berikut:


Tanggal 1 Januari 2013 UD Setiabudi membeli barang dagang dari toko buku Makmur senilai Rp 4000.000 dengan syarat penyerahan barang FOB Shipping Point yang harus dibayar pada tanggal 17 Januari 2013 sebesar Rp 250.000


Tanggal 3 Januari 2013
UD Setiabudi membeli barang dagang pada toko buku rakyat senilai Rp 9000.0000 dengan syarat pembayaran 2/15, n/30

Tanggal 4 Januari 2013
UD Setiabudi mengembalikan barang dagang atas pembelian tanggal 1 Januari 2013 senilai Rp 500.000,

Tanggal 5 Januari 2013
UD Setiabudi mengirim nota debet pada toko buku rakyat atas pembelian barang dagang pada tanggal 3 Januari 2013

Tanggal 13 Januari 2013
UD Setiabudi membayar pembelian tertanggal 3 Januari 2013 pada toko buku rakyat.

Tanggal 15 Januari 2013
UD Setiabudi menjual barang dagang pada toko harapan jaya Rp 5000.000 dengan harga pokok 4000.000

Tanggal 17 Januari 2013
UD Setiabudi membayar beban angkut atas jasa angkut pada tanggal 1 januari 2013 sebesar Rp 250.000

Tanggal 17 Januari 2013
UD Setiabudi menjual barang dagang pada toko tulis sebesar Rp 11.000.000 dengan syarat pembayaran 3/20, n/60. Harga pokok barang  8.500.000

Tanggal 18 Januari 2013
UD Setiabudi menerima kembali barang dagang yang terjual tanggal 15 januari 2013 karena rusak sebesar Rp 700.000 dengan harga perolehan 500.000

Tanggal 19 Januari 2013
UD Setiabudi mengirim nota kredit pada toko tulis atas penjualan tanggal 17 Januari 2013 sebesar Rp 1.250.000 dengan harga perolehan 1000.000

Tanggal 31 Januari 2013
UD Setiabudi menerima pembayaran transaksi tanggal 17 januari 2013 dari toko tulis.

Berdasarkan transaksi yang telah dilakukan
UD Setiabudi selama bulan januari 2013, susunlah pencatatan persediaan barang dagang pada buku jurnal umum dengan menggunakan metode Perfektual!

Pencatatan persediaan barang dagang dengan metode perfektual 

Pembahasan transaksi Tanggal 1 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 1 Januari terdapat transaksi pembelian barang dagang secara tunai, Berdasarkan transaksi tersebut maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun persediaan barang dagang dan mengkredit akun kas.

Persediaan barang dagang......Rp 4000.000
              Kas.......................................Rp 4.000.000

Note: Proses penyerahan barang dengan sistem  FOB Shipping point, mempunyai arti bahwa hak kepemilikan barang berpindah dari penjual ke pembeli ketika barang keluar dari gudang penjual. Pada penyerahan barang dengan sistem ini maka besarnya beban angkut dibayar oleh pembeli.

Pembahasan transaksi tanggal 3 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 3 Januari terdapat transaksi pembelian barang dagang secara kredit, pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun persediaan barang dagang dan mengkredit akaun utang dagang.

Persediaan barang dagang...........Rp Rp 9.000.000
         Utang dagang...................................Rp 9.000.000

Pembahasan transaksi Tanggal 4 Januari 2013

Pada transaksi tanggal 4 Januari 2013 terdapat transaksi Retur pembelian barang dagang dimana saat pembelian dilakukan secara tunai, Pencatatan yang dilakukan adalah dengan cara mendebet akun kas dan mengkredit persediaan barang dagang.

Kas.......................Rp 500.000
          Persediaan barang dagang.............Rp 500.000

Pembahasan transaksiTanggal 5 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 5 januari terdapat transaksi retur pembelian barang dagang dimana saat pembelian dilakukan secara kredit, pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang dagang dan mengkredit akun persediaan barang dagang.

Utang dagang ..........Rp 1000.000
            Persediaan barang dagang.......Rp 1000.000

Pembahasan transaksi Tanggal 13 Januari 2013
Pada transaksi ini terdapat transaksi pembayaran utang dagang dengan disertai potongan pembelian, Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang dagang dan mengkredit akun kas dan akun persediaan barang dagang.

Utang dagang ........................Rp 8000.000
              Kas .............................................Rp 7.840.000
              Persediaan barang dagang............Rp   160.000


Perhitungan:
Besarnya utang yang dilunasi    = utang dagang - Retur pembelian
                                                              = 9.0000.000 - 1000.000
                                                              = Rp 8000.000
Besarnya potongan pembelian   = 2% x 8000.000
                                                              = Rp 160.000
Besarnya Kas yang dibayarkan  = 8000.000 - 160.000
                                                              = Rp 7.840.000

Pembahasan transaksi Tanggal 15 Januari 2013

Pada transaksi tanggal 15 januari terdapat transaksi penjualan tunai, pencatatan yang dilakukan dengan mendebet akun kas dan mengkredi akun penjualan, serta mendebet akun HPP dan mengkredit akun persediaan barang dagang.

Kas .........Rp 5000.000
        Penjualan........Rp 5000.000

HPP.........Rp 4000.000
        Persediaan barang dagang......Rp 4000.000

Pembahasan transaksi Tanggal 17 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 17 januari terdapat dua transaksi, yaitu transaksi pembayaran beban angkut pembelian dan transaksi penjualan secara kredit.

Pada transaksi pembayaran beban angkut pembelian dicatat dengan mendebet akun Persediaan barang dagang dan mengkredit akun kas.

Persediaan barang dagang ........Rp 250.000
           Kas ..............................................Rp 250.000

Pada transaksi penjualan kredit dicatat dengan mendebet akun piutang dagang dan mengkredit akun penjualan, serta mendebet akun HPP dan Mengkredit akun Persediaan barang dagang.

Piutang dagang ..........Rp 11.000.000
         Penjualan ..........................Rp 11.000.000

HPP ..........................Rp 8.500.000
         Persediaan barang dagang ....Rp 8.500.000

Pembahasan transaksi Tanggal 18 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 18 januari terdapat transaksi retur penjualan, dimana saat terjadi penjualan barang dilakukan secara tunai. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun retur penjualan dan mengkredit akun kas, serta mendebet akun Persediaan barang dagang dan mengkredit akun HPP.

Retur penjualan ..........Rp 700.000
          Kas .........................................Rp 700.000

Persediaan Barang dagang .......Rp 500.000
         HPP ..............................................Rp 500.000

Pembahasan transaksi Tanggal 19 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 19 Januari terdapat transaksi retur penjualan, dimana saat terjadi penjualan dilakukan secara kredit. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun retur penjualan dan mengkredit akun Piutang dagang, serta mendebet akun persediaan barang dagang dan mengkredit akun HPP.

Retur Penjualan .........Rp 1.250.000
          Piutang dagang.............Rp 1.250.000

Persediaan barang dagang .......Rp 1000.000
           HPP..................................................Rp 1000.000

Pembahasan transaksi Tanggal 31 Januari 2013
Dalam transaksi tanggal 31 Januari terdapat transaksi penerimaan pelunasan piutang dagang dengan disertai potongan penjualan. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun kas dan akun potongan penjualan serta mengkredit piutang dagang.

Kas......................................Rp 9.450.500
Potongan Penjualan..............Rp 292.500
             Piutang dagang...............................Rp 9.750.000

Perhitungan:
Nilai piutang dagang dihitung sebagai berikut:
Piutang dagang pada saat penjualan adalah Rp 11.000.000, Retur penjualan yang terjadi sebesar Rp 1.250.000 sehingga piutang dagang yang tersisa sebesar 11.000.000 - 1.250.000 = Rp 9.750.000
Kas yang diterima dihitung sebagai berikut:
Piutang yang tersisa dikurangi potongan penjualan, sedangkan Potongan penjualan dihitung dengan, 3% x 9.750.000 = Rp 292.000 jadi uang yang diterima dari pelunasan piutang adalah Rp 9.750.000 - 292.000 = Rp 9.450.500


Demikianlah pembahasan tentang Soal Pencatatan Persediaan Barang Dagang Bagian02. Semoga postingan ini dapat meningkatkan kemampuan dalam pencatatan persediaan barang dagang dengan metode perfektual. Wassalamualaikum wr.wb

Description: Menyajikan ilustrasi soal dan pembahasan pencatatan persediaan barang dagang dengan metode perfektual
Rating: 5.0
Soal Pencatatan Persediaan Barang Dagang Bagian01

Soal Pencatatan Persediaan Barang Dagang Bagian01

Pada postingan sebelumnya telah dibahas Proses pencatatan persediaan barang dagang dengan menggunakan metode fisik dan metode perfektual. Antara metode fisik dan metode perfektual memiliki beberapa perbedaan dalam proses pencatatannya, apabila anda belum memahami proses pencatatan tersebut silahkan baca terlebih dahulu postingan pencatatan persediaan barang dagang secara tepat. Agar pemahaman anda tentang pencatatan atau akuntansi persediaan barang dagang disarankan untuk rajin berlatih untuk mengerjakan soal tentang proses pencatatan persediaan barang dagang.
Sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tentang pencatatan persediaan barang dagang silahkan pahami ilustrasi soal berikut ini dan berlatihlah untuk mengerjakannya.

Ilustrasi Soal Pencatatan Persediaan barang dagang

Pada bulan juli 2012 UD Santoso memiliki transaksi keuangan yang berkaitan dengan persediaan barang dagang, transaksi-transaksi tersebut antara lain sebagai berikut:

Tanggal 1 Juli 2012 dibeli barang dagang dari toko buku Makmur sebesar Rp 4000.000 dengan syarat penyerahan barang FOB Shipping Point yang dibayar tanggal 17 Juli 2012 Sebesar Rp 250.000

Tanggal 3 Juli 2012 Dibeli barang dagang pada toko buku rakyat sebesar Rp 9000.0000 dengan syarat pembayaran 2/15, n/30

Tanggal 4 Juli 2012 dikembalikan barang dagang atas pembelian tanggal 1 Juli 2012 sebesar Rp 500.000

Tanggal 5 Juli 2012 dikirim nota debet pada toko buku rakyat atas pembelian barang dagang pada tanggal 3 Juli 2012

Tanggal 13 Juli 2012 dibayar pembelian tertanggal 3 Juli 2012 pada toko buku rakyat.

Tanggal 15 Juli 2012 dijual barang dagang pada toko harapan jaya Rp 5000.000 dengan harga pokok 4000.000

Tanggal 17 Juli 2012 dibayar beban angkut atas jasa angkut pada tanggal 1 juli 2012 sebesar Rp 250.000

Tanggal 17 Juli 2012 dijual barang dagang pada toko tulis sebesar Rp 11.000.000 dengan syarat pembayaran 3/20, n/60. Harga pokok 8.500.000

Tanggal 18 Juli 2012 diterima kembali barang dagang yang terjual tanggal 15 juli 2012 karena rusak sebesar Rp 700.000 dengan harga perolehan 500.000

Tanggal 19 Juli 2012 dikirim nota kredit pada toko tulis atas penjualan tanggal 17 Juli 2012 sebesar Rp 1.250.000 dengan harga perolehan 1000.000

Tanggal 31 Juli 2012 diterima pembayaran transaksi tanggal 17 juli 2012 dari toko tulis.

Berdasarkan transaksi keuangan diatas, lakukanlah pencatatan ke dalam buku jurnal umum dengan metode fisik!

Pencatatan Persediaan barang dagang Metode Fisik

Tanggal 1 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 1 Juli terdapat transaksi pembelian barang dagang secara tunai, Berdasarkan transaksi tersebut maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit akun kas.

Pembelian......Rp 4000.000
    Kas..................Rp 4.000.000

Note: penyerahan barang dilakukan dengan FOB Shipping point, hal ini berarti hak kepemilikan barang berpindah dari penjual ke pembeli pada saat barang keluar dari gudanga penjual. Dalam penyerahan barang dengan sistem ini beban angkut dibayar oleh pembeli.

Tanggal 3 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 3 Juli terdapat transaksi pembelian barang dagang secara kredit, pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit akaun utang dagang.

Pembelian......Rp Rp 9.000.000
    Utang dagang......Rp 9.000.000

Tanggal 4 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 4 Juli 2012 terdapat transaksi Retur pembelian barang dagang dimana saat pembelian dilakukan secara tunai, Pencatatan yang dilakukan adalah dengan cara mendebet akun kas dan mengkredit retur pembelian.

Kas...........Rp 500.000
    Retur pembelian.......Rp 500.000

Tanggal 5 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 5 juli terdapat transaksi retur pembelian barang dagang dimana saat pembelian dilakukan secara kredit, pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang dagang dan mengkredit akun retur pembelian.

Utang dagang ..........Rp 1000.000
    Retur pembelian.............Rp 1000.000

Tanggal 13 Juli 2012
Dalam transaksi ini terdapat transaksi pembayaran utang dagang dengan disertai potongan pembelian, Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang dagang dan mengkredit akun kas dan akun potongan pembelian.

Utang dagang ......Rp 8000.000
   Kas ................................Rp 7.840.000
   Potongan pembelian........Rp   160.000

Perhitungan:
Utang dagang pada tanggal 3 juli sebesar Rp 9.000.000 kemudian pada tanggal 5 juli terjadi retur pembelian senilai Rp 1000.000 sehingga utang dagang yang tersisa sebesar Rp 8000.000. Pembayaran utang terjadi pada tanggal 13 juli maka masih dalam periode diskon sehingga UD Santoso mendapat potongan pembelian sebesar 2% dari 8000.000 yaitu sebesar Rp 160.000. Dengan demikian uang kas yang dibayarkan untuk melunasi utang dagang atas pembelian tanggal 3 juli adalah sebesar Rp 7.840.000

Tanggal 15 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 15 juli terdapat transaksi penjualan tunai, pencatatan yang dilakukan dengan mendebet akun kas dan mengkredi akun penjualan.

Kas .........Rp 5000.000
   Penjualan........Rp 5000.000

Tanggal 17 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 17 juli terdapat dua transaksi, yaitu transaksi pembayaran beban angkut pembelian dan transaksi penjualan secara kredit.

Dalam transaksi pembayaran beban angkut pembelian dicatat dengan mendebet akun beban angkut pembelian dan mengkredit akun kas

Beban angkut Pembelian ........Rp 250.000
        Kas .............................................Rp 250.000

Dalam transaksi penjualan kredit dicatat dengan mendebet akun piutang dagagng dan mengkredit akun penjualan

Piutang dagang ..........Rp 11.000.000
     Penjualan ..........................Rp 11.000.000

Tanggal 18 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 18 juli terdapat transaksi retur penjualan, dimana saat terjadi penjualan barang dilakukan secara tunai. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun retur penjualan dan mengkredit akun kas.

Retur penjualan ..........Rp 700.000
       Kas ................................Rp 700.000

Tanggal 19 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 19 Juli terdapat transaksi retur penjualan, dimana saat terjadi penjualan dilakukan secara kredit. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun retur penjualan dan mengkredit akun Piutang dagang.

Retur Penjualan .........Rp 1.250.000
          Piutang dagang.............Rp 1.250.000

Tanggal 31 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 31 Juli terdapat transaksi penerimaan pelunasan piutang dagang dengan disertai potongan penjualan. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun kas dan akun potongan penjualan serta mengkredit piutang dagang.

Kas....................................Rp 9.450.500
Potongan Penjualan...........Rp 292.500
     Piutang dagang.....................Rp 9.750.000

Perhitungan:
Piutang dagang pada tanggal 17 juli Rp 11.000.000 kemudian pada tanggal 19 terjadi retur penjualan senilai Rp 1.250.0000 sehingga piutang dagang tersisa Rp 11.000.000 - 1.250.000 = 9.750.000. Saat pelunasan piutang yaitu pada tanggal 31 Juli masih dalam periode diskon sehingga pembeli mendapat potongan penjualan 3% dari 9.750.000 yaitu sebesar Rp 292.500. Dengan demikian uang yang diterima UD Santoso atas pelunasan piutang dari toko tulis sebesar Rp 9.450.500.

Demikianlah penyajian soal latihan pencatatan persediaan barang dagang dan pembahasannya, semoga postingan ini menjadi sarana bagi anda dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pencatatan persediaan barang dagang. Pembahasan soal dalam postingan ini menggunakan metode fisik, apabila anda telah menguasai metode pencatatan ini disarankan untuk membaca postingan yang membahasa penerapan metode perfektual dalam proses pencatatan persediaan barang dagang yang terdapat pada postingan Soal pencatatan persediaan barang dagang bagian 2.

Description: Menyajikan Soal pencatatan persediaan barang dagang disertai pembahasannya dengan menggunakan metode fisik 
Rating: 5.0

Latihan Penghitungan Penyusutan Aktiva Tetap

Pembahasan perhitungan penyusutan aktiva tetap
Pada pembahasan sebelumnya telah diterangkan tentang jenis-jenis metode penyusutan aktiva tetap, agar pemahaman tentang metode penyusutan aktiva tetap lebih jelas maka dirasa penting untuk memahami postingan ini.
Dalam kesempatan ini akan dibahas tentang Latihan soal penghitungan penyusutan aktiva tetap, diharapkan setelah membaca dan memahami postingan ini dengan baik maka pemahaman pembaca tentang metode penyusutan aktiva tetap meningkat sehingga dapat diterapkan dalam proses akuntansi pada bidang usaha yang ditekuni bagi anda yang soerang wirausaha atau dapat mengantarkan anda meraih kesuksesan belajar-mengajar bagi anda yang bergelut dalam pendidikan.
Agar anda dapat memahami pembahasan Latihan soal penghitungan penyusutan aktiva tetap ini dengan baik disarankan untuk membaca dengan baik ilustrasi soal yang tersedia setelah itu anda berusaha menjawab soal tersebut dengan berbekal pada pemahaman anda tentang metode penyusutan aktiva tetap yang telah dibahas sebelumnya, selanjutnya sesudah menemukan jawaban atas soal yang telah anda pahami, langkah berikutnya adalah mencocokan jawaban anda dengan pembahasan soal penyusutan aktiva tetap yang penulis sajikan dibawah ilustrasi soal, silahkan baca dan pahami ilustrasi soal berikut ini:

Ilustrasi soal penyusutan aktiva tetap

1) Pada tanggal 1 desember 2012, PT jaya kusuma membeli sebuah mobil angkut bekas dengan harga perolehan Rp 85.000.000. Mobil tersebut diperkirakan mempunyai umur ekonomis 5 tahun, dengan nilai residu Rp 10.000.000. Berdasarkan data dalam ilustrasi ini hitunglah besarnya penyusutan dengan metode garis lurus!

2) Sebuah mesin produksi dengan harga Rp 315.000.000 mulai digunakan untuk operasi perusahaan pada bulan Januari 2011. Umur penggunaan ditaksir selama 5 tahun dengan nilai residu Rp 15.000.000. Hitunglah penyusutan tiap tahun dari penggunaan mesin tersebut dengan metode jumlah angka tahun!

3) Sebuah mobil mulai dioperasikan untuk usaha pada tanggal 1 Januari 2012. Mobil tersebut diperoleh dengan harga Rp 165.000.000 dan ditaksir dapat dioperasikan untuk usaha selama 5 tahun. Hitunglah penyusutan tiap tahun dengan metode menurun berganda!
4) Harga perolehan mesin produksi Rp 12.500.000 dengan Nilai Residu Rp 780.000, selama 4 tahun ditaksir akan menghasilkan 40.000 unit dengan perincian sebagai berikut:
tahun pertama 1500 unit, tahun kedua 10.000 unit, tahun ketiga 8000 unit, dan tahun keempat 7000 unit. Hitunglah penyusutan perunit dan penyusutan tiap tahun dari mesin tersebut dengan metode satuan unit produk!

5) Harga perolehan mesin produksi Rp 12.500.000 dengan Nilai Residu Rp 780.000,umur ekonomis empat tahun. selama 4 tahun mesin tersebut digunakan sebanyak 10.000 jam,sedangkan kegiatan untuk tahun pertama 3500 jam, tahun kedua 2800 jam, tahun ketiga 2000 jam, dan tahun keempat 1700 jam. Hitunglah penyusutan tiap tahun dari mesin tersebut dengan metode satuan jam kerja!

Pembahasan soal penyusutan aktiva tetap

Pembahasan soal 1
Dalam soal 1 diketahui harga perolehan mobil Rp 85.000.000, Umur ekonomis 5 tahun, dan nilai residu Rp 10.000.000.
Berdasarkan data tersebut dapat dicari besarnya penyusutan dengan metode garis lurus tiap tahun dengan perhitungan sebagai berikut:
Penyusutan tiap tahun = (Harga perlehan-Nilai residu)/ Umur ekonomis
                      = (85.000.000 - 10.000.000)/5
                      = Rp 15.000.000

Pembahasan soal 2
Dalam soal 2 dapat diketahui Harga perolehan mesin Rp 315.000.000, nilai residu Rp 15.000.000, dan umur ekonomis 5 tahun.
Berdasarkan data tersebut besarnya penyusutan tiap tahun dengan metode jumlah angka tahun dapat dicari dengan perhitungan sebagai berikut:
Langkah pertama mencari jumlah angka tahun umur aktiva;
Jumlah angka tahun => 1+2+3+4+5 = 15
Setelah diketahui jumlah angka tahun selanjutnya dapat dicari penyusutan tiap tahun dengan rumus berikut ini:
Penyusutan= Sisa umur penggunaan  x (harga perolehan-nilai residu)
                          Jumlah angka tahun
Penyusutan tahun 1 => (5/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 100.000.000
Penyusutan tahun 2 => (4/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 80.000.000
Penyusutan tahun 3 => (3/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 60.000.000
Penyusutan tahun 4 => (2/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 40.000.000
Penyusutan tahun 5 => (1/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 20.000.000

Pembahasan soal 3
Dalam soal 3 dapat diketahui bahwa Harga perolehan Rp 165.000.000, nilai ekonomis 5 tahun. Berdasarkan data tersebut dapat dihitung besarnya penyusutan tiap tahun dengan metode menurun ganda dengan perhitungan sebagai berikut:

Langkah pertama mencari besarnya besarnya persentase penyusutan tiap tahun;
Jika dalam metode garis lurus persentase penyusutan tiap tahun adalah:
=> 100%/ umur ekonomis
=> 100%/5 = 20%

Karena dalam metode menurun berganda besarnya persentase penyusutan 2x dari persentase metode garis lurus maka besarnya persentase penyusutan metode menurun berganda adalah 40%.

Langkah berikutnya adalah menentukan besarnya penyusutan tiap tahun dengan perhitungan sebagai berikut:
Penyusutan = persentase penyusutan x Harga buku aktiva tetap
Penyusutan tahun 1 => 40% x 165.000.000 = Rp 66.000.000
Penyusutan tahun 2 => 40% x 99.000.000 = Rp 39.600.000
Penyusutan tahun 3 => 40% x 59.400.000 = Rp 23.760.000
Penyusutan tahun 4 => 40% x 35.640.000 = Rp 14.256.000
Penyusutan tahun 5 => 40% x 21.384.000 = Rp 8.553.600

Note: Harga buku = Harga perolehan - Akumulasi penyusutan, Pada tahun 1 belum ada akumulasi penyusutan karena mobil masih baru sehingga Harga buku aktiva = Harga perolehan.

Pembahasan soal 4
Dalam soal 4 dapat diketahui Bebeara hal yaitu:
Harga perolehan aktiva tetap dalam hal ini mesin sebesar Rp 12.500.000
Nilai Residu Rp 780.000
Umur ekonomis selama 4 tahun
Jumlah total produk yang dapat dihasilkan oleh mesin tersebut selama umur ekonomis sejumlah 40.000 unit, dengan perincian tahun pertama 1500 unit, tahun kedua 10.000 unit, tahun ketiga 8000 unit, dan tahun keempat 7000 unit.

Berdasarkan data tersebut maka kita dapat mencari penyusutan mesin dari tiap unit produk yang dihasilkan maupun penyusutan mesin tiap tahun, adapun perhitungan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Penyusutan mesin perunit produk = (Harga perolehan-Nilai residu)
                                                                    Total unit produk
                                                                 = (12.500.000-780.000)/40.000
                                                                 = Rp 293
Penyusutan mesin per tahun dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut:
Penyusutan pertahun = penyusutan per unit x jumlah produk pertahun
Tahun 1 => 293 x 15.000 = Rp 4.395.000
Tahun 2 => 293 x 10.000 = Rp 2.930.000
Tahun 3 => 293 x 8000 = Rp 2.344.000
Tahun 4 => 293 x 7000 = Rp 2.051.000

Pembahasan soal 5
Dalam soal 5 dapat diketahui Bebeara hal yaitu:
Harga perolehan aktiva tetap dalam hal ini mesin sebesar Rp 12.500.000
Nilai Residu Rp 780.000
Umur ekonomis selama 4 tahun
Jumlah total jam penggunaan mesin dalam operasional perusahaan selama umur ekonomis sejumlah 41.000 jam, dengan perincian tahun pertama 3500 jam, tahun kedua 2800 jam, tahun ketiga 2000 jam, dan tahun keempat 1700 jam.

Berdasarkan data tersebut maka kita dapat mencari penyusutan mesin dalam tiap jam penggunaan mesin tersebut maupun penyusutan mesin tiap tahun, adapun perhitungan penyusutan mesin dengan metode satuan jam kerja adalah sebagai berikut:
Penyusutan mesin perjam = (Harga perolehan-Nilai residu)/Total jam kerja
                                               = (12.500.000-780.000)/10.000
                                               = Rp 1.172
Penyusutan mesin per tahun dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut:
Penyusutan pertahun = penyusutan per unit x jumlah jam kerja pertahun
Tahun 1 => 1.172 x 3500 = Rp 4.102.000
Tahun 2 => 1.172 x 2800 = Rp 3.281.000
Tahun 3 => 1.172 x 2000 = Rp 2.344.000
Tahun 4 => 1.172 x 1700 = Rp 1.992.000

Demikianlah pembahasan Latihan soal perhitungan penyusutan aktiva tetap, semoga dapat meningkatkan pemahaman anda dalam konsep perhitungan penyusutan aktiva tetap. Seperti yang telah kita ketahui bahwa aktiva tetap akan disusutkan nilainy kecuali aktiva tetap dalam bentuk sebidang tanah. Sebidang tanah tidak mengalami penyusutan, lalu bagaimanakah perlakuan atas sebidang tanah dalam akuntansi? Untuk mengetahui perlakuan akuntansi tentang aktiva tetap tanah disarankan membaca dan memahami postingan selanjutnya tentang perlakuan aktiva tetap tanah dalam akuntansi.


Description: Membahasa Latihan soal perhitungan penyusutan aktiva tetap disertai pembahasan soal dengan lima jenis metode penyusutan aktiva tetap
Rating: 5.0
Pembahasan Cara Perolehan Aktiva Tetap

Pembahasan Cara Perolehan Aktiva Tetap

Soal latihan dalam postingan ini merupakan kelanjutan dalam pemahan konsep aktiva tetap dalam akuntansi. Sebagaimana telah dijelaskan dalam postingan sebelumnya bahwa cara perolehan aktiva tetap dapat dilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu Pembelian secara tunai, Pembelian dengan angsuran dan pertukaran atau barter. Agar Anda dapat memahami dengan baik tentang cara perolehan aktiva tetap, maka dalam postingan ini akan dibahas tentang cara perolehan aktiva tetap dalam bentuk ilustrasi soal disertai pembahasannya.

Setelah membaca postingan ini diharapkan kemampuan pemahaman anda tentang cara perolehan aktiva tetap dapat meningkat, sehingga bagi pembaca khusunya seorang pelajar, maupun mahasiswa dapat meningkat prestasi belajar akuntansi dan bagi anda yang seorang pendidik penulis berharap postingan ini dapat membekali dalam proses pembelajaran akuntansi serta bagi anda yang seorang usahawan semoga postingan ini dapat menjadi sarana dalam pencatatan aktiva tetap secara benar. Berikut ini akan dikemukakan ilustrasi soal tentang cara perolehan aktiva tetap dan dibawah ilustrasi soal disajikan pembahasan dari ilustrasi soal tersebut yang penulis jelaskan dengan semaksimal mungkin.

Soal Latihan cara perolehan aktiva tetap

1. Pembelian Aktiva tetap secara tunai dalam kondisi yang normal (Pembelian 1 (satu) jenis aktiva tetap
Pada tanggal 1 februari 2013 PT Kali jaya yang bergerak dalam bidang Peternakan ayam Membeli sebuah mobil angkut yang akan difungsikan untuk pemasaran ayam dan telur ayam seharga Rp. 40.000.000, Berdasarkan transaksi ini buatlah jurnal umum yang disusun oleh PT Kali Jaya!

2. Pembelian Aktiva Tetap secara tunai dimana aktiva yang dibeli lebih dari satu jenis tetapi dibeli dalam satu harga.
Seorang usahawan membeli gedung di atas sebidang tanah yang luasnya 200 m sedangkan luas gedung 60 m dengan harga Rp 240.000.000. Berdasarkan info pasar harga tanah per 1 meter adalah Rp 1000.000 dan menurut tipe gedung harga per meter Rp 1.200.000.
Diminta, buatlah perhitungan Harga Perolehan aktiva tetap yang dibeli dan susunlah jurnal pembelian aktiva tetap tersebut!

3. Pembelian Aktiva tetap dengan angsuran dimana harga Tunai aktiva tetap yang dibeli diketahui.
Aktiva tetap dengan jenis kendaraan dengan harga tunai Rp 50.000.000 dibeli secara mengangsur selama 60 kali bulanan dengan uang muka Rp 5000.000 dan bunga 12% per tahun. Diminta; Perhitungan dan jurnal-jurnal yang diperlukan atas pembelian aktiva tetap tersebut!

4. Cara perolehan aktiva tetap dengan cara pertukaran dimana aktiva tetap yang ditukar berbeda jenis.
Aktiva tetap mesin yang harga perolehannya Rp 20.000.000 sudah disusutkan sebesar Rp 5000.000 ditukarkan dengan aktiva tetap kendaraan yang harga perolehannya Rp 25.000.000 belum ada penyusutan (Kendaraan Baru). Apabila Aktiva tetap mesin diakui (harga pasar) nilainya sebesar Rp 16.000.000, maka buatlah perhitungan dan jurnal yang diperlukan atas pertukaran aktiva tetap tersebut!

5. Cara Perolehan Aktiva tetap dengan cara pertukaran dimana aktiva yang ditukarkan sejenis.
Perusahaan Pak Subkhan ingin menukar mesin lamanya dengan mesin baru. Harga perolehan mesin lama $ 4000 dengan penyusutan $3200 dan harga pasar mesin tersebut $1.100. Mesin baru yang diinginkan pak Subkhan mempunyai harga perolehan $5000. Berdasarkan data tersebut buatlah perhitungan dan jurnal yang diperlukan!

Pembahasan Soal Cara perolehan aktiva tetap

Pembahasan soal 1
Dalam soal 1 terjadi pembelian aktiva tetap secara tunai dalam bentuk sebuah mobil angkut dengan harga Rp 40.000.000, pada kondisi ini tidak ada perhitungan yang diperlukan karena harga perolehan mobil telah diketahui sehingga tinggal menyusun jurnal pembelian mobil tersebut. Jurnal yang disusun PT Kali jaya adalah sebagai berikut:
 Mobil.............Rp 40.000.000
         Kas ...............Rp 40.000.000

Pembahasan Soal 2
Dalam soal 2 terjadi pembelian aktiva tetap secara tunai dengan satu harga tetapi aktiva tetap yang dibeli lebih dari satu jenis aktiva tetap yaitu aktiva tetap tanah dan gedung. Berdasarkan transaksi ini maka harus diketahui terlebih dahulu harga perolehan Tanah dan harga perolehan gedung. Perhitungan untuk mengetahui harga perolehan tanah dan gedung yang dibeli tersebut adalah sebagai berikut:
Mencari Harga Pasar Relatif
Tanah => 200 m x Rp 1000.000 = Rp 200.000.000
Gedung=>  60 m x Rp 1200.000 = Rp  72.000.000+
Harga Pasar Relatif...................= Rp 272.000.000
Mencari Harga Perolehan
Harga Perolehan Tanah  dicari dengan cara sebagai berikut:
(200.000.000/272.000.000) x 240.000.000 = Rp 176.470.588
Harga Perolehan Gedung dicari dengan cara sebagai berikut:
(72.000.000/272.000.000) x 240.000.000 = Rp 63.529.412

Jurnal yang dibuat atas pembelian aktiva tetap
Tanah .............Rp 176.470.588
Gedung............Rp 63.529.412
       Kas ....................Rp 240.000.000

Pembahasan Soal 3
Dalam soal 3 terjadi pembelian aktiva tetap dengan angsuran, dimana harga tunai aktiva tetap tersebut diketahui yaitu Rp 50.000.000. Perhitungan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Mencari utang pokok pinjaman
Harga Tunai                     => Rp 50.000.000
Uang Muka                      => Rp 5.000.000-
Utang Pokok Pinjaman => Rp 45.000.000

Mencari Bunga Pinjaman
Lama angsuran 60 kali bulanan sama dengan 5 tahun, sedangkan bunga 12% per tahun sehingga besar bunga dalam persen =>12% x 5 tahun = 60%
Bunga dalam rupiah => 60% x 45.000.000 = Rp 27.000.000

Mencari angsuran yang dibayarkan setiap bulan
Besarnya utang total = utang pokok + utang bunga
                     = 45.0000.0000+27.000.000
                     = Rp 72.000.000
Angsuran utang pokok perbulan => 45.000.000 : 60 = Rp 750.000
Angsuran utang bunga perbulan => 27.000.000 : 60 = Rp 450.000
Jadi Besarnya kas yang dibayarkan setiap bulan untuk membayar angsuran adalah sebagai berikut:
=> Angsuran utang poko per bulan + Angsuran utang bunga perbulan
=> Rp 750.000 + Rp 450.000 = Rp 1.200.000, 
atau dapat juga dihitung dengan cara berikut ini:
= Total Utang : Lama angsuran
= 72.000.000 : 60 
= Rp 1.200.000.

Jurnal yang disusun saat pembelian
Aktiva tetap Kendaraan........................Rp 50.000.000
Beban Bunga ditetapkan dimuka...........Rp 27.000.000
        Utang .................................................................Rp 72.000.000
        Kas ......................................................................Rp  5.000.000

Jurnal saat pembayaran angsuran;
Utang .................Rp 1.200.000
          Kas ......................Rp 1.200.000

Beban Bunga angsuran kendaraan ............Rp 450.000
           Beban Bunga ditetapkan dimuka ..............Rp 450.000

Pembahasan soal 4
Dalam soal 4 terjadi transaksi pertukaran aktiva tetap berbeda jenis yaitu aktiva tetap mesin lama akan ditukarkan dengan aktiva tetap kendaraan baru.
Perhitungan untuk menentukan laba rugi atas adanya pertukaran
Nilai buku (nilai sekarang) mesin => Harga perolehan - Penyusutan
                                    => Rp 20.000.000 - Rp 5000.000   = Rp 15.000.000
Harga Pasar Mesin ................................................... = Rp 16.000.000
Laba Pertukaran  => Rp 16.000.000 - Rp 15.000.000 = Rp  1.000.000

Terjadi laba dalam pertukaran karena harga pasar lebih besar dari nilai buku.

Perhitungan untuk menentukan kas yang harus dibayar untuk pertukaran aktiva tetap
Harga Pasar mesin Rp 16.000.000 sedangkan harga kendaraan (baru) yang diinginkan Rp 25.000.000 Sehingga jika ingin menukarkan mesin dengan kendaraan harus menambah uang sebesar Rp 9000.000
Note;kendaraan masih baru sehingga harga perolehan = harga pasar.

Jurnal yang disusun atas pertukaran aktiva tetap
Kendaraan ................................Rp 25.000.000
AKml. Penyusutan Mesin ...........Rp 5000.000
      Mesin........................................................Rp 20.000.000
      Laba pertukaran aktiva.............................Rp 1000.000
      Kas............................................................Rp 9000.000

Note; Tujuan Jurnal diatas adalah memunculkan akun kendaraan dan menghapus akun mesin.

Pembahasan Soal 5
Dalam soal 5 terjadi pertukaran aktiva tetap dimana aktiva tetap yang ditukar masih satu jenis, yaitu pertukaran aktiva tetap mesin lama akan ditukarkan dengan mesin baru.
Perhitungan menentuka laba-rugi perhitungan
Nilai Buku mesin lama       => $4000 -$3200 = $ 800
Harga Pasar Mesin Lama  => .......................= $ 1.100
Laba Pertukaran                 => $1100 - $ 800   = $ 300
Karena dalam pertukaran aktiva tetap satu jenis tidak mengakui adanya laba pertukaran maka laba pertukaran diperlakukan sebagai pengurang Harga perolehan mesin baru, jadi harga perolehan mesin baru $5000 - $300 = $4700
Perhitungan menentukan besarnya kas yang dibayarkan untuk pertukaran aktiva tetap
Harga pasar mesin lama $ 1.100 sedangkan harga mesin baru $ 5000 sehingga kas yang dibayar untuk menukar mesin lama dengan mesin baru adalah $5000 - $1100 = $ 3900

Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut
Mesin baru .......................................$ 4700
Akml Penyusutan mesin lama ..........$ 3200
           Mesin lama ......................................$ 4000
           Kas.....................................................$ 3900

          
Demikianlah Pembahasan tentang soal dan pembahasan cara perolehan aktiva tetap, semoga dengan berahirnya pembahasan ini tujuan atau harapan penulis dapat tercapai. Agar anda semakin menguasai konsep aktiva tetap maka disarankan membaca artikel tentang penyusutan aktiva tetap yang akan diterbitkan segera.

Description: Membahas soal dan pembahasan cara perolehan aktiva tetap secara tepat sesuai prosedur akuntansi
Rating: 5.0